Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

u're stayin@z4nybunny's s!te

Blog EntryMay 19, '09 5:12 AM
for everyone

Talking about hole, atau lubang… semuanya pasti suka. Iya, sesuatu yang berlubang dijamin rasanya enak. Hhm, kue donat misalnya. Barang-barang berlubang lainnya yang membuat mata ibu-ibu jelalatan seperti cincin, anting berbahan emas dan permata atau a hole which's served by a caddy girl: waah, pasti yang ini rasanya lebih enak dan mantaf! Wong masu'in bola golf ditemani seorang caddy cantik nan seksi membuat permainan menjadi semakin seru dan tidak cepat membosankan. Tetapi, hari ini penulis tidak akan terlalu banyak membahas lubang-lubang yang enak itu. Lubang yang kali ini akan dibahas adalah lubang yang seringkali membawa bencana. Lubang-lubang yang ada disetiap permukaan jalan-jalan umum sebagai salah satu infrastruktur yang kini tidak lagi nyaman digunakan.

Tahukah anda? Setiap akan melakukan perjalanan pulang-pergi, kerapkali saya harus menghilangkan rasa malas terlebih dahulu sebab mengarungi jalanan "bergelombang" dengan sebuah kendaraan bermotor setiap harinya bukanlah hal yang mudah. Kini lubang-lubang besar dan berbatu dijalan senantiasa menjadi "accesoris" yang tidak terlewatkan disetiap permukaannya. Setiap kali berkendara, setiap kali itu pula saya harus memfokuskan diri dan berpikir jalan berlubang mana yang mesti dilewati dan dihindari. Maka, jangan heran kalau saya sudah mulai hafal satu demi satu letak lubang-lubang itu. Hal ini dimaksudkan pula untuk menghindari kerusakan motor (bisa merusak saringan, ref) dan prioritas utama tentunya menghindari kecelakaan, walaupun terkadang ketika hujan datang sering kena apesnya juga padahal laju motor hanya berkisar 40km/jam. Lubang-lubang jalan yang dipenuhi air bisa menipu mata seolah dangkal dan aman untuk dilewati, ternyata tidak. Yang lebih gawat lagi! Jika kendaraan bermuatan puluhan ribu kilo melindas jalan berlubang dan berbatu. Batu-batu sekepal tangan bisa terpental mencolek badan hingga kebiruan dan air kotor sarat lumpur mencoraki tubuh para pengendara motor. Lubang jalan juga salah satu penyebab kemacetan di jalan umum yang sempit, tak heran kalau kendaraan yang kita buntuti seolah-olah mendikte. Lebih menjengkelkan lagi, lubang-lubang itu kini semakin bertambah besar karena sering dilindas kendaraan besar pula. Iya, kita berdoa saja mudah-mudahan memang ada berkahnya-siapa tahu setelah hujan, kita bisa memancing ikan didalam lubang yang kini besarnya menjadi seperti kolam.

Tetapi, sudah barang tentu hal ini tidak pantas disyukuri, sejak terhitung berapa banyak yang mengalami kerugian materiil dan non-materiil hanya karena sebuah lubang? Hebat sekali ya si lubang! Dapat kita ambil contoh saja total kecelakaan lalu lintas Januari-Februari 2008 menurut sebuah media-massa terkenal di Jakarta, adalah mencapai 1.021 kejadian, yang 30 persen (359 kejadian) di antaranya akibat jalan rusak. Total kerugian yang diderita korban kecelakaan mencapai Rp 513,2 juta. Padahal bisa jadi peristiwa sesungguhnya jauh lebih banyak. Sebab, tidak semua kecelakaan dilaporkan ke kepolisian. Usaha pemerintah? Jangan tanya... di daerah penulis saja, Jasa Marga hanya mengupayakan jalan berbatu itu ditutupi tanah dan kerikil saja, konyol sekali. Pernah suatu hari, saya menemukan jalan yang berlubang itu ditutupi dengan aspal dan perjalanan kembali mulus. Ooh, betapa senangnya hatiku! Tapi, tidak bertahan satu bulan...jalan itu kini kembali bertekstur. Sebab itu, jangan salahkan rakyat mengapa mereka tidak jauh-jauh menyalahkan pemerintah hanya karena sebuah jalan berlubang. Jalan jelek, pastilah sudah digerus korupsi. Yang seharusnya budget untuk pembuatan jalan sekian, dikurangi jadi sekian: tidak heran kualitas pembangunan jalan dipertanyakan. Kalau sudah begini, anggaran biaya dari negara untuk dikelola pemerintah guna membenahi jalan, kini bukan hanya menjadikan lubang di jalan menjadi sedalam kolam yang sudah disebutkan seperti diatas, tetapi menciptakan fenomena baru yaitu munculnya sebuah waduk belaka (dibaca: bohong). Langkah selanjutnya, penulis mesti add Facebook Presiden kita, Pak.SBY. Mudah-mudahan saja beliau memerhatikan "lubang" punya saya. Oops! Punten ah Pa Beye, abdi mah jalmi alit, lepat ketang abdi mah jalmi ageung, da sadayana ararageung.


17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
mupengml wrote on May 19, '09
heuhhh..gerah liat keruk2 duit kyk getohhh
Comment deleted at the request of the author.
dayantolis wrote on May 19, '09
hahaha.... mantap jg cara vidia ngbahas lubang.

seep seep... pesan moralnya bagus bgt
beeglay wrote on May 19, '09
oooh Lubang yg ono emang ga asik!! meskipun Goyangannya bikin asik!!
sahabatpena wrote on May 20, '09
He3x eallah vda2, jadi pengen jingkrak ah(loncat2 ampe nyundul awan.he2), lucu juga ya ngebahas lubang,he2. Ati2 neng vda nya, bilih geubis.
vdazany wrote on May 20, '09
heuhhh..gerah liat keruk2 duit kyk getohhh
hOOh, menyebalkan ckalih:(
vdazany wrote on May 20, '09
hahaha.... mantap jg cara vidia ngbahas lubang.

seep seep... pesan moralnya bagus bgt
okz..cmangat tyus yagh:> tp ini teh font'y gag bisa diajak kompromi:))
vdazany wrote on May 20, '09
beeglay said
oooh Lubang yg ono emang ga asik!! meskipun Goyangannya bikin asik!!
hheu..iah..hayu tariiik maaang\:D/
vdazany wrote on May 20, '09
He3x eallah vda2, jadi pengen jingkrak ah(loncat2 ampe nyundul awan.he2), lucu juga ya ngebahas lubang,he2. Ati2 neng vda nya, bilih geubis.
iah lubang yang tidak menyenangkan.hheu..

sibh, I'll be careful:>
sahabatpena wrote on May 20, '09
Juga
vdazany wrote on May 20, '09
Juga
kk deni teh ngomong opo toh..muni kepotong;))
sahabatpena wrote on May 20, '09
He2, sip juga maksudnya. ...
Juga, dalam dirimu, apakah kamu tak melihat(alquran).ga nyamplung ya.he2.
vdazany wrote on May 23, '09
He2, sip juga maksudnya. ...
Juga, dalam dirimu, apakah kamu tak melihat(alquran).ga nyamplung ya.he2.
hweleh.. nyamplung ke sungai.. hheu;))
sahabatpena wrote on May 23, '09
Duwh salah ketik sis sory.hu3x.
Comment deleted at the request of the thread owner.
vdazany wrote on May 29, '09
Duwh salah ketik sis sory.hu3x.
sibh..gpp kuq;)
sahabatpena wrote on May 29, '09
Sodaqollohul adzim
Add a Comment